Indramayu – Upaya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu terus diperkuat. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu menggelar diskusi panel bertema "Urgensi Data Komprehensif Strategi Perlindungan PMI Prosedural dan Non Prosedural" di Aula Disnaker Indramayu, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengusaha, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), hingga pegiat sosial. Diskusi tersebut menjadi ruang bersama untuk menyerap masukan sekaligus memperkuat strategi perlindungan PMI, baik yang berangkat secara prosedural maupun non prosedural.
Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, S.STP., M.Si. Mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya menerima 92 pengaduan dari PMI maupun keluarga PMI.
"Kami menerima sebanyak 92 pengaduan di tahun 2025," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, seluruh aduan tersebut telah ditangani. Sejumlah PMI bahkan telah berhasil dipulangkan dengan aman ke tanah air. Meski demikian, masih ada beberapa kasus yang dalam proses penyelesaian, namun sebagian besar telah tertangani dengan baik.
Menariknya, mayoritas pengaduan berasal dari PMI non prosedural. Kasus-kasus tersebut tidak hanya terjadi di kawasan Timur Tengah, tetapi juga di sejumlah negara lain, termasuk Singapura.
"Semua yang kita tangani itu sebagian besar memang unprosedural, dan bukan selalu di Timur Tengah. Kemarin ada beberapa di Singapura," tuturnya.
Menurut Endang, data yang komprehensif menjadi kunci dalam upaya perlindungan PMI. Dengan data yang lengkap dan keberangkatan yang sesuai prosedur, pemerintah daerah akan lebih mudah mendeteksi keberadaan PMI ketika terjadi permasalahan, sekaligus mempercepat proses penanganan hingga pemulangan.
Dirinyapun berpesan kepada para calon PMI agar mengikuti prosedur resmi sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. Langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan awal bagi diri sendiri.
"Kalau berangkat sesuai prosedur, ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, kami lebih mudah melacak data dan memproses pemulangannya," tegasnya.
Melalui diskusi panel ini, Disnaker Indramayu berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam menciptakan sistem perlindungan PMI yang lebih efektif, terstruktur, dan berbasis data akurat. Dengan demikian, keselamatan dan kesejahteraan PMI asal Indramayu dapat lebih terjamin. (Rochmanto)
