Indramayu – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Rumah Tahfidz Qur'an (RTQ) Al-Hikmah Indramayu menggelar pawai tarhib pada Senin (16/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh santri dan pengajar sebagai bentuk syiar sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita dan kesiapan rohani.
Pembina RTQ Al-Hikmah, Ari, menyampaikan bahwa kegiatan tarhib ini bukan sekedar seremoni tahunan, melainkan upaya membangun kesadaran spiritual masyarakat.
"Kita ingin memberikan semangat dengan membuat acara yang berhubungan dengan menyambut bulan Ramadhan. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat bahwa penting bagi kita untuk bergembira, berantusias, dan semangat menyambut meriahnya bulan Ramadhan," ujar Ari.
RTQ Al-Hikmah sendiri menaungi sekitar 80 santri dan seluruh kegiatan pendidikan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Ari menegaskan, semangat kebersamaan dan keikhlasan menjadi pondasi utama dalam menghidupkan rumah tahfidz tersebut.
"Alhamdulillah semuanya gratis, tidak ada biaya apa pun. Maka dari itu kita semakin semangat untuk menghidupkan rumah tahfidz dengan kegiatan seperti ini," tambahnya.
Menurut Ari, Ramadhan harus dihidupkan bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga secara rohani. Ia berharap masyarakat tidak sekedar menjadikan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk menjauhi maksiat dan meningkatkan ketakwaan.
"Ramadhan bukan hanya seremonial. Rohani juga harus terbentuk. Yang paling mudah dipahami adalah menjauhi maksiat dan meningkatkan ketakwaan. Itu yang kita harapkan dengan mengingatkan datangnya Ramadan melalui tarhib ini," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ari juga menyampaikan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar turut berperan aktif dalam menjaga kekhusyukan Ramadhan, khususnya saat waktu berbuka puasa.
Ia mengusulkan agar elemen pemerintah seperti Satpol PP atau kepolisian dikerahkan untuk berkeliling saat momen buka puasa bersama (bukber). Menurutnya, fenomena bukber kerap membuat sebagian masyarakat lalai terhadap kewajiban sholat.
"Saya perhatikan fenomena bukber ini kadang mengalahkan kewajiban, yakni sholat. Tidak sedikit masyarakat yang tidak menyadari ketika mereka berbuka dan meninggalkan sholat, itu seperti debu yang berterbangan pahala puasanya," ungkapnya.
Ari berharap, kehadiran petugas dapat menjadi pengingat bagi masyarakat. Selain itu, ia juga mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi sarana ibadah sementara di ruang-ruang publik, seperti tempat sholat dan wudhu yang bersifat portabel dan dapat dibongkar pasang.
"Paling tidak ada program keliling untuk mengingatkan. Lebih bagus lagi jika difasilitasi sarana umum seperti tempat sholat dan wudhu yang tidak menetap, sehingga masyarakat tidak kesulitan melaksanakan sholat," katanya.
Untuk target capaian santri selama Ramadhan tahun ini, Ari menetapkan sasaran yang realistis namun tetap menantang. Ia berharap setiap santri minimal mampu menyelesaikan lima juz bacaan Al-Qur'an selama program pendidikan Ramadhan, serta menghafal setengah juz.
"Harapan saya, anak-anak minimal bisa menyelesaikan lima juz selama Ramadhan. Untuk hafalan, saya targetkan setengah juz. Karena memang sebagian anak masih ada yang baru berpindah dari Iqro ke Al-Qur'an, jadi kita sesuaikan dengan kemampuan mereka," jelasnya.
Melalui pawai tarhib dan program Ramadhan yang terstruktur, RTQ Al-Hikmah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat masyarakat Indramayu untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri secara menyeluruh. (Wira)
