RN NEWS (Kota Cirebon) - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik tiga pejabat administrator di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (03/11/2026). Pelantikan ini bertujuan memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Ketiga pejabat tersebut mengisi jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Bagian Hukum Setda, serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi ASN pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.
Penataan ini diharapkan mengoptimalkan koordinasi, pelaksanaan program, dan pelayanan di setiap perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Effendi Edo menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab. Ia meminta para pejabat menunjukkan dedikasi dan integritas untuk mendukung kemajuan Kota Cirebon.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat administrator yang baru saja diambil sumpahnya. Jabatan ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi penuh. Saya ingin kepercayaan ini diwujudkan melalui kinerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wali Kota
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu mengubah pola kerja birokrasi yang selama ini terkesan kaku menjadi lebih responsif, ramah, serta berorientasi pada solusi atas kebutuhan warga.
Ia juga mengingatkan agar proses pelayanan tidak dipersulit atau ditunda jika dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Masyarakat, lanjutnya, berhak memperoleh pelayanan yang setara, tepat waktu, dan tidak berbelit-belit.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Wali Kota meminta para pejabat administrator berperan sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi. Mereka memiliki tanggung jawab penting untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam pelaksanaan program yang konkret di lapangan.
Karena itu, kekompakan tim, pembinaan staf, dan penciptaan lingkungan kerja yang sehat perlu mendapat perhatian. Ia ingin setiap aparatur memiliki kesempatan untuk berkembang serta dihargai berdasarkan kapasitas, inovasi, dan hasil kerjanya.
“Jangan hanya menjalankan rutinitas yang monoton. Saya ingin para pejabat mampu menciptakan terobosan, membuka ruang diskusi, dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Waktu kita untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Cirebon sangat berharga. Pastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan tersebut, BKPSDM Kota Cirebon menilai pengisian jabatan administrator berperan penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah. Para pejabat yang dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru, sekaligus membangun koordinasi yang baik di lingkungan kerja masing-masing.
Kepala BKPSDM Kota Cirebon, Suwarso Budi, menyampaikan bahwa pejabat administrator menempati posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi langkah kerja yang terukur. Karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan kepemimpinan perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas pemerintahan berjalan sesuai target.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang tugas masing-masing. Kami juga mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, seluruh upaya penguatan aparatur ini harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Budi.
Budi juga menjelaskan Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon berharap ketiga pejabat dapat segera menjalankan amanah dengan optimal. Penguatan kapasitas aparatur dan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil diharapkan mampu mendorong birokrasi yang semakin adaptif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya juga berharap setiap langkah pembenahan di lingkungan pemerintahan tidak berhenti pada penataan organisasi semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan Kota Cirebon yang semakin maju,” Tuturnya.
(Elias)



